Rabu, 05 Oktober 2011

S (?) ..!!!

Ingatkah kamu, saat Jarak mengetukkan palu perpisahan kita? Aku yakin kamu masih ingat. Karena beberapa saat sebelum palu itu diketukkan, kau mengusapkan air matamu di bahuku, memeluk erat tubuhku, menggenggam kuat tanganku. Ya…. perpisahan itu memang bukan keinginan kita, itu semua keinginan Jarak, sang Hakim.
…………………………………………………………….
Tahukah kamu? Setelah kita resmi dipisahkan oleh Jarak, aku mempunyai teman baru. Dia datang padaku, memperkenalkan diri sambil tersenyum dan menyipitkan kedua matanya manja, “Hai, namaku Sepi ^^”, katanya.
“Hmmm…. Nama yang lucu…”, pikirku.
Singkat cerita, aku dan sepi pun mulai berteman akrab, atau bisa dibilang kami bersahabat. Hingga akhirnya aku sampai pada fase dimana aku merasa tak bisa hidup tanpa Sepi. Tapi aku masih yakin, ini bukan cinta. Aku tak mungkin mencintai Sepi, aku tahu aku mencintaimu, sangat.
Tapi, maafkan aku, kekasih. Karena tanpa kusadari, hubunganku dengan Sepi menjadi semakin intim. Aku memeluknya, mencumbunya, dan bercinta dengannya tiap malam, ya…. setiap malam. Dan kini aku tahu bahwa air mata adalah orgasme terkejam saat aku bercinta dengannya.
Yang aku heran, sepi langsung melahirkan anak, hanya beberapa detik setiap kali kami selesai bercinta, setiap malam. Dan kamu pasti tahu berapa malam aku tanpamu, sebanyak itulah aku bercinta dengan sepi, sebanyak itulah anak-anak yang dilahirkan sepi dariku. Ya… anak Sepi terlalu banyak, tak mungkin aku menghafal nama-nama mereka. Tahukah kamu? Mereka semua kunamai Rindu…

KeKuatan Cintaa

“Energi tidak dapat dimusnahkan, energi hanya berpindah tempat atau berubah bentuk”. Yah…. kira-kira begitulah bunyi hukum kekekalan energi dalam ilmu fisika atau termodinamika (kalau gak salah) :D
Kamu mungkin saja sudah lupa dengan hukum itu. Hukum dalam ilmu fisika atau termodinamika yang kita pelajari semasa duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Dan bagiku, cinta merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk energi yang ada, meski aku masih belum menemukan apakah cinta tergolong energi kinetik, energi mekanik, atau energi yang lain. Tapi apa pun itu, dari hukum kekekalan energi itulah aku mulai sadar, mengapa aku tak ma(mp)u melupakanmu?. Dari hukum itulah, aku sadar bahwa aku tak pernah kehilangan kamu, aku tak pernah kehilangan cintaku.
Kamu mungkin saja menjauh dariku, menjauh dari sentuhku, menjauh dari jangkauanku, menjauh dari pelukku. Tapi, cintaku tidak akan hilang, cintaku tidak akan musnah. Yah, aku memang tak dapat memusnahkan cintaku, karena semua ketidakmampuanku itu memang sesuai dengan hukum kekekalan energi (cinta). Jadi, jangan salahkan aku jika masih (terus) mencintaimu, sampai saat ini.